Ia duduk di atas bukit, di bawah pohon oak yang besar
Tempat favoritnya untuk menyendiri dan merenung
Kenapa?
Karena dari atas bukit ia bisa melihat luasnya dunia
Karena di bawah pohon oak dia merasa terlindungi
“Aku melihat luasnya dunia dan
betapa ku ingin mengepakkan sayap menjelajahi dunia
Tapi aku menyadari betapa kecilnya diriku dan
betapa tak berartinya aku
Aku menemukan tempat bernaung di bawah pohon oak
Pohon besar yang juga sendirian di atas bukit
Aku tahu ia akan selalu ada untukku
Memelukku dengan kerindangan dahannya
Menemaniku menatap cakrawala yang tak berujung
Tak jarang kumengadu padanya
Tak jarang air mataku membasahi dahannya
Tak jarang juga kubagi tawaku dalam diamnya
Ia tak pernah mengeluh
Tak pernah marah meski ku kadang lama tak datang
Tapi ku tahu dalam diamnya ia ada
Kali ini kukembali padanya
Kali ini ku berlari ke dalam pelukannya
Kali ini ku terpaku, terdiam tanpa ada tangisan atau amarah yang dapat kutumpahkan
Meski sebelumnya aku sangat marah, aku sangat sedih
Aku ingin berteriak sekencang-kencangnya
Aaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrgggggggggggghhhhhhhh………..!!!!!!!!!!!!!!
Tapi aku tak bisa
Ia diam, tak bertanya ada apa denganku
Meski ku tahu sebenarnya ia bertanya-tanya
Karena ia tahu aku tak butuh tanya, aku tak butuh apapun
Aku hanya butuh diamnya dalam sendiriku
Aku hanya butuh ia ada untukku
Aaaah…ku mendesah
Aku pun duduk di pangkuannya
Kali ini ditemani teman ku yang lain
Semilir angin sejuk yang membelaiku lembut
Kukembali menatap cakrawala
Bersama diamnya…
Lama aku terdiam
Hingga kadang aku jatuh tertidur di sebelahnya
Daun-daunnya akan menggelitikku pelan
Membangunkanku kembali ke alam nyata
Sudah…kembali lah…pulang lah
Kerjakan apa yang harus kau selesaikan
Uugh…kumeregangkan otot-ototku
Malas rasanya aku kembali
Betapa damainya dunia di atas bukit ini
Bersamamu…
Aku akan selalu ada di sini
Kau bisa kembali kapan saja sesuka yang kau mau
Tak pernah terlambat untuk kembali ke sini
Tapi kau mungkin terlambat untuk hal yang lain
Lagi-lagi aku terdiam…
Ayo lah…
Aku sudah bosan dengan diammu
Aku akan menunggumu dengan ceritamu di sini…”